STRATEGI KONSERVASI UNTUK MENGURANGI EROSI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS, JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.257Kata Kunci:
Lingkungan, Erosi, Konservasi, DASAbstrak
Sedimentasi yang disebabkan erosi di Sub-DAS Lesti dan bagian hulu DAS Brantas secara keseluruhan berdampak pada terganggunya peran Bendungan Sengguruh dalam mendukung aktivitas ekonomi di Jawa Timur. Pengurangan erosi di kawasan hulu dalam perkembangannya memerlukan pendekatan ilmu lingkungan yang menyelaraskan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh tekanan penduduk, perilaku masyarakat dan penggunaan lahan terhadap erosi di Sub-DAS Lesti; memprediksi erosi pada Sub-DAS Lesti; dan memberikan strategi konservasi Sub-DAS Lesti berbasis ilmu lingkungan dalam rangka pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan mixed methods, baik melalui bantuan SIG untuk rumus erosi Modify Universal Soil Loss Equation, dan juga melalui kuesioner serta wawancara terhadap masyarakat di kawasan Sub-DAS Lesti. Dari penelitian pada Sub-DAS Lesti ini diperoleh nilai 153,868 ton/ha/tahun untuk laju erosi rata-rata yang berarti melampaui batas minimal toleransi. Dari 12 kecamatan di wilayah Sub-DAS Lesti, ada 6 kecamatan mempunyai masalah dari aspek lingkungan melalui kondisi beberapa kecamatan dengan Tingkat Bahaya Erosi tinggi. Erosi berkorelasi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam wujud aspek ekonomi melalui tekanan penduduk dan aspek sosial melalui pola penggunaan lahan. Berbasis ilmu lingkungan, rekomendasi prioritas konservasi diutamakan untuk 6 kecamatan tersebut dengan perbaikan upaya konservasi tanah dan air, baik secara vegetatif dan sipil teknis (lingkungan), edukasi lingkungan (sosial) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (ekonomi).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)