HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN ASUPAN MP-ASI BERSUMBER PROTEIN HEWANI DENGAN KEJADIAN STUNTING
(STUDI KASUS PADA ANAK BAWAH DUA TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CITANGKIL II KOTA CILEGON)
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v8i2.337Kata Kunci:
Kejadian stunting, protein hewani, pengetahuan ibu, MP-ASIAbstrak
Di Indonesia, stunting merupakan masalah kesehatan yang serius, termasuk di Puskesmas Citangkil II Kota Cilegon. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengetahuan ibu dan asupan MP-ASI yang bersumber protein hewani berkorelasi dengan kejadian stunting. Desain case control digunakan telah digunakan penelitian ini yang melibatkan 145 ibu baduta berusia 6-23 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara untuk menilai pengetahuan gizi dan asupan MP-ASI, serta pengambilan data sekunder hasil pengukuran panjang dan tinggi badan anak untuk menentukan status stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% responden memiliki pengetahuan baik, dan asupan MP-ASI bersumber protein hewani cukup tinggi, dengan 33% baduta berada dalam kategori baik. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu, asupan jenis dan jumlah MP-ASI bersumber protein hewani dengan stunting (p < 0,05). Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan gizi ibu dan asupan MP-ASI bersumber protein hewani dalam upaya pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)