INTEGRASI DATA KEMISKINAN MENUJU CILEGON SEJAHTERA
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v9i1.367Kata Kunci:
Integasi data kemiskinan, DTKS, P3KE, satu data IndonesiaAbstrak
Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi di seluruh dunia terutama di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang sangat padat, khususnya di kota-kota besar, Indonesia menghadapi berbagai masalah sosial. Tingkat kemiskinan Kota Cilegon dalam enam tahun terakhir mengalami fluktuasi. Namun, Garis Kemiskinan secara konsisten terus meningkat dari Rp 428.867 pada tahun 2018 menjadi Rp 663.533 pada tahun 2024. Pada tahun 2023, tingkat kemiskinan Kota Cilegon mencapai 3,98%, meningkat 0,34% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 3,64%. Namun, pada tahun 2024, tingkat kemiskinan mengalami sedikit penurunan menjadi 3,75%. Konsolidasi Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) & Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan melalui proses pemadanan data dengan menggunakan data NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nama. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan Operator SIKS -NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), yang kemudian setelah diketahui hasil pemadanan tersebut kemudian diolah dalam kertas Kerja Microsoft Excel untuk memudahkan analisis dan Pemutakhiran, sehingga akan diketahui irisan antara data P3KE dan DTKS. Dalam konteks Data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), pemeringkatan merujuk pada pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)