STRATEGI PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN PULOMERAK KOTA CILEGON
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v9i1.368Kata Kunci:
Cilegon, permukiman kumuh, strategi penanganan, SWOT, pembangnan berkelanjutanAbstrak
Kawasan permukiman kumuh merupakan tantangan besar dalam pembangunan wilayah pesisir dan industri, termasuk di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Pertumbuhan penduduk yang tinggi akibat urbanisasi dan migrasi tenaga kerja menimbulkan tekanan terhadap infrastruktur dasar dan ketersediaan hunian layak, yang memicu munculnya dua belas kawasan kumuh di tiga kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi aktual kawasan kumuh serta merumuskan strategi penanganannya berdasarkan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara dengan masyarakat serta pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan permukiman kumuh di Kota Cilegon, khususnya di Kecamatan Pulomerak, tersebar di 12 lingkungan pada tiga kelurahan dan tergolong kumuh ringan menurut Permen PUPR No. 14 Tahun 2018. Permasalahan utama meliputi kondisi bangunan tidak layak huni, buruknya sanitasi dan drainase, keterbatasan akses air bersih, serta sistem pengelolaan sampah dan air limbah yang belum memadai. Faktor sosial seperti rendahnya kapasitas SDM, lemahnya koordinasi, dan kurangnya kesadaran masyarakat turut memperburuk kondisi. Strategi WO dipilih sebagai pendekatan paling efektif, dengan memanfaatkan peluang eksternal seperti program nasional, CSR, dan kolaborasi dengan LSM dan perguruan tinggi untuk mengatasi kelemahan internal. Untuk mendukung keberhasilan strategi ini, direkomendasikan penguatan kemitraan multipihak dan partisipasi aktif masyarakat
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)