FAKTOR-FAKTOR PENENTU PARTISIPASI DALAM PROGRAM PROLANIS: STUDI KASUS DI PUSKESMAS KOTA CILEGON
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v8i2.336Kata Kunci:
dukungan keluarga, pemanfaata pelayanan kesehatan, prolanisAbstrak
Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) di Puskesmas se-Kota Cilegon pada tahun 2023 hanya mencapai 0,68%, jauh di bawah target. Hal ini menunjukkan rendahnya pemanfaatan layanan Prolanis oleh peserta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan Prolanis di Kota Cilegon pada tahun 2024 dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 90 peserta Prolanis, dan data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan Prolanis sebesar 61,1%. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara pemanfaatan Prolanis dengan jenis kelamin (p = 0,034), pendidikan (p = 0,009), pengetahuan (p = 0,006), dukungan keluarga (p = 0,000), dan peran petugas (p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan usia (p = 0,729) dan pekerjaan (p = 1,000). Analisis regresi logistik mengidentifikasi dukungan keluarga sebagai faktor yang paling berpengaruh, dengan nilai β = 3,98, p = 0,000, dan OR = 53,5. Hasil ini menekankan pentingnya meningkatkan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya partisipasi rutin dalam kegiatan Prolanis. Selain itu, pembentukan kelompok atau paguyuban peserta dan keluarga Prolanis di setiap Puskesmas se-Kota Cilegon direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program ini.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)