TRANSISI KENDARAAN LISTRIK UNTUK MASA DEPAN BERKELANJUTAN WILAYAH METROPOLITAN JAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.56945/jkpd.v8i1.279Kata Kunci:
Sikap, Pengetahuan Kendaraan Listrik, Kepedulian Lingkungan, Kontrol Perilaku, Norma SubjektifAbstrak
Pertumbuhan populasi global dan peningkatan transportasi berdampak signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di Wilayah Metropolitan Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, namun pertumbuhan kendaraan listrik di Wilayah Metropolitan Jakarta masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi niat orang untuk beralih ke kendaraan listrik dan kontribusi mereka terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif diambil dengan menggunakan metode survei online pada 200 komunitas di Wilayah Metropolitan Jakarta dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini memilih teknik analisis Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kendaraan listrik dan kepedulian lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap norma subjektif, sikap, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Ketiga pendorong psikologis tersebut memainkan peran dalam niat untuk beralih ke kendaraan listrik dan Kontribusi terhadap SDGs. Rekomendasi berfokus pada penguatan kebijakan fiskal transportasi, dukungan infrastruktur, dan perencanaan transportasi berkelanjutan di tingkat Jakarta Metropolitan dan nasional.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.


.png)