PENTINGNYA PENAMBAHAN MUATAN LOKAL PEMBELAJARAN SEJARAH PADA PERATURAN GUBERNUR BANTEN

Penulis

  • Abdul Somad Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten
  • Endan Suwandana Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten

DOI:

https://doi.org/10.56945/jkpd.v6i1.137

Kata Kunci:

Kesultanan Banten, K.H. Syam’un, Muatan Lokal, Pelajaran Sejarah.

Abstrak

Penelitian ini didasarkan pada implementasi dan kendala pembelajaran sejarah lokal Banten di tingkat SMA di Provinsi Banten. Metodologi yang digunakan adalah melalui pendekatan kuantitatif, kualitatif dan deskriptif dengan dua instrumen yaitu kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 73% guru sejarah SMA telah melaksanakan pembelajaran sejarah lokal. Ruang lingkup sejarah lokal adalah mulai objek/fakta sejarah yang terdapat di lingkungan terdekat dengan sekolah, kabupaten/kota, hingga wilayah Provinsi Banten. Materi ajar paling dominan adalah masa Kesultanan Banten dan masa revolusi kemerdekaan. Temuan menarik lain adalah tokoh pahlawan nasional asal Banten yang baru ditetapkan pemerintah pada tahun 2018 yaitu K.H. Syam’un sebagai tokoh yang paling banyak dipelajari. Adapun kendala yang dihadapi dalam pembelajaran sejarah lokal adalah minimnya bahan ajar, media pembelajaran, dan alokasi waktu. Para responden mengharapkan Pemerintah Provinsi Banten mengeluarkan sebuah kebijakan agar sejarah lokal masuk sebagai Muatan Lokal Kurikulum 2013.

Unduhan

Diterbitkan

15-04-2022

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PENTINGNYA PENAMBAHAN MUATAN LOKAL PEMBELAJARAN SEJARAH PADA PERATURAN GUBERNUR BANTEN. (2022). Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 6(1), 1-15. https://doi.org/10.56945/jkpd.v6i1.137

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama