DETERMINANT OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN SOUTHEAST ASIA
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks pembangunan manusia yang bersifat multidimensional dan kompleks, mencakup aspek ekonomi, aspek tata kelola pemerintahan dan aspek demografi yang diwakili oleh 13 variabel independen di 10 negara di Asia Tenggara. Namun, upaya tersebut seringkali terkendala oleh ketidaklengkapan data dan keandalan data. Berbeda dengan beberapa penelitian terdahulu yang lebih memfokuskan aspek pembangunan manusia pada variabel pembentuk human development index seperti angka harapan hidup, angka melek huruf dan literasi serta angka rerata akses lamanya menempuh pendidikan atau variabel-variabel independen aspek ekonomi. Penelitian ini memasukan aspek tata kelola pemerintahan dan aspek kependudukan yang diharapkan dapat melengkapi spektrum dan kajian terhadap aspek pembangunan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel (pooled least squares) dan serangkaian pengujian untuk menghasilkan spesifikasi model dan estimator terbaik. Dalam penelitian yang menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% pada p-value pada nilai α=0,05 ditemukan bahwa dari 13 variabel hanya terdapat 5 (lima) variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia.
Kata kunci: Indeks pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan, demografi
ABSTRACT
This study aims to analyze the human development index that is multidimensional and complex which includes economic, governance and demographic aspects represented by 13 independent variables in 10 countries of Southeast Asia. However, these efforts are often constrained by incomplete data and data reliability. Unlike some previous studies which focused more on the variables forming the human development index, such as life expectancy, literacy rates and the average number of years of education or independent variables of economic aspects. This research includes aspects of governance and population aspects that are expected to complement the spectrum and study of aspects of human development. The method used in this study uses pooled least squares. In research that uses a 95% confidence level, it was found that from 13 variables there are only five variables that significantly influence increasing human development index.
Keywords: human development index, governance, demografi
References
Anindyntha, F. A.,Boedirochminarni, A., Sudarti, S., & Hadi, S. (2018). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Daerah Tertinggal Pulau Papua. Seminar Nasional dan Call For Paper III (pp. 143-155). Ponorogo: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Arsyad, L. (1999). Konsep dan Pengukuran Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Freire, P. (1993). Pedagogy of the Opressed. New York: The Continuum International Publishing Group Inc.
Gujarati, D. (1997). Basic Econometrics Cetakan Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hall, R., & Jones, C. (1999). Why Do Some Countries Produce So Much More Output Per Worker Than Others? Oxford Journals The Quarterly Journal of Economics, 83-119.
Jinghan, M. (2007). Ekonomi Perencanaan dan Pembangunan . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Mankiw, N. (2009). Brief Principles of Macroeconomics. South-Western Cengage Lerning, Mason, USA: Cengage Learning.
Mauro, P. (1995). Corruption and Growth. The Quarterly Journal of economic, Oxford Academy, 110(1 August 1995), 681-712.
Nachrowi, D. N., & Usman, H. (2006). Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Data Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Nasikun. (2002). Penanggulangan Kemiskinan: Kebijakan dalam Perspektif Pergerakan Sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6 No. 1(Juli 2002), 1-16.
Nurkse, R. (1971). The Theory of Development and The Idea of Balance Growth In: Mountjoy A.B. (eds) Developing the Underdeveloped Countries. Geographical Readings. Palgrave Macmillan. London: Palgrave Macmillan.
Pangestika , M., & Widodo, E. (2017). Analisis Regresi Panel Faktor-faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota D.I. Yogyakarta. Seminar Nasional dan The 4th Call for Syariah Paper, (pp. 198-205).
Rosadi, D. (2012 ). Ekonometrika dan Analisis Runtun Waktu Terapan dengan Eviews. Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta.
Saputro, D. S., Demu, K. R., & Widyaningsih, P. (2018). Nonparametric truncated spline regression model on the data of human development index (HDI) in Indonesia. 2nd International Conference on Statistics, Mathematics, Teaching, and Research (pp. 1-4). Journal of Physics: Conference Series.
Sen, A. (1999). Development as Freedom. New York: Oxford University Press.
Septiani, N. (2017). Analisis Determinan Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2010-2016. Universitas Surakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Surakarta.
Shah, N. (2018). Corruption and Economic Development. International journal of Basic and Applied Research, 112-118.
Shirley, M. (2005). Institutions and Development Institutions and Development. In: Menard C., Shirley M.M. (eds) Handbook of New Institutional Economic. Springer, Boston, USA: Springer.
Suharto, E. (2009). Menengok Kriteria Kemiskinan di Indonesia: Menimbang Indikator Kemiskinan Berbasis Hak. Jurnal Analisis Sosial, 14 No. 2(September 2009), 31-39.
Susanti, S. (2013). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Kemiskinan di Jawa Barat dengan Menggunakan Analisis Data Panel. Jurnal Matematika Integratif, 9 No. 1(April 2013), 1-18.
Todaro, M., & Smith, S. (2006). Economic Development Ninth Edition. United Kingdom: Pearson Education Limited.
Ul-Haq, M. (2003). The Birth of Human Development Index. Oxford, UK: Oxford University Press.
United Nation Development Programme, 2018, Human Development Report 2008-2017
https://data.worldbank.org/indicator
https://tradingeconomics.com/indicator
https://www.adb.org/data/main
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-Sharealike 4.0 International License.